Belajar Google Maps API

Google Maps merupakan produk Google yang memungkinkan kita melihat peta dari seluruh dunia.

Bahkan tidak hanya peta, Google Maps juga menyediakan Citra dari beberapa lokasi bangunan, jalan, dan lain-lain.

Google Maps di Android

Apa itu Google Maps API?

Google Menyediakan Google Maps API yang memungkinkan kita membangun aplikasi dengan memanfaatkan Google Maps.

Google Maps API (Application Programming Interface) merupakan sebuah API yang disediakan oleh Google untuk menggunakan peta Google (Google Map) dalam aplikasi yang kita bangun. Google Maps API memungkinkan kita memodifikasi peta dan informasi yang ada di dalamnya.

Google Maps API tersedia untuk platform:

Platform Google Maps
  • Web adalah Google Maps API yang digunakan pada Web.
  • Android adalah Google Maps API yang digunakan pada aplikasi Android.
  • iOS adalah Google Maps API yang digunakan pada aplikasi iOS.
  • Web Service adalah penggunaan Google Maps melalui Web Service.

Pada kesempatan ini kita akan menggunakan Google Maps API untuk Web.

Menampilkan Peta Google Maps di Web

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan untuk menampilkan peta Google Maps di dalam Web:

  1. Menyisipkan library Google Map di dalam tag <head> atau di dalam <body>.

    <script src="http://maps.googleapis.com/maps/api/js"></script>
    
  2. Membuat fungsi initialize() untuk menyiapkan peta:

    function initialize() { … }
    
  3. Membuat properti yang dibutuhkan peta

    var propertiPeta = {
        center:new google.maps.LatLng(-8.5830695,116.3202515),
        zoom:9,
        mapTypeId:google.maps.MapTypeId.ROADMAP
    };
    

    Properti ini ditulis di dalam fungsi initialize().

  4. Membuat Objek Peta

    var peta = new google.maps.Map(document.getElementById("googleMap"), propertiPeta);
    
  5. Menambahkan fungsi initialize() ke dalam event window load agar dipanggil saat web dibuka

    google.maps.event.addDomListener(window, 'load', initialize);
    
  6. Membuat tag <div> sebagai kontainer untuk menampilkan peta.

    <div id="googleMap" style="width:100%;height:380px;"></div>
    

Sehingga kode lengkapnya akan menjadi seperti ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <meta charset="utf-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width">
    <title>Tutorial Google Map - Petani Kode</title>
  
    <!-- Menyisipkan library Google Maps -->
    <script src="http://maps.googleapis.com/maps/api/js"></script>

    <script>
        // fungsi initialize untuk mempersiapkan peta
        function initialize() {
        var propertiPeta = {
            center:new google.maps.LatLng(-8.5830695,116.3202515),
            zoom:9,
            mapTypeId:google.maps.MapTypeId.ROADMAP
        };
        
        var peta = new google.maps.Map(document.getElementById("googleMap"), propertiPeta);
        }

        // event jendela di-load  
        google.maps.event.addDomListener(window, 'load', initialize);
    </script>
  
</head>
<body>

    <!-- Elemen yang akan menjadi kontainer peta -->
    <div id="googleMap" style="width:100%;height:380px;"></div>
  
</body>
</html>

Hasilnya: https://codepen.io/ardianta/pen/ZjrJeN

Mudah bukan?

Mari kita bahas lebih dalam…

Pertama dimulai dari menyisipkan library Google Maps:

<script src="http://maps.googleapis.com/maps/api/js"></script>

Library ini bisa disisipkan di dalam tag <head> maupun <body>. Yang penting library ini disisipkan pertama kali sebelum skrip initialize().

Penysipan library Google Mpas kadang juga membutuhkan API Key untuk lingkungan production.

Cara Membuat API Key Google Maps bisa di baca di: Cara Membuat API Key Google Maps

Berkutnya kita membuat fungsi initialize() yang bertujuan untuk menyiapkan peta.

Di dalam fungsi initialize() terdapat definisi properti yang dibutuhkan peta.

var propertiPeta = {
    center: new google.maps.LatLng(-8.5830695,116.3202515),
    zoom:9,
    mapTypeId:google.maps.MapTypeId.ROADMAP
};

Ada tiga properti yang kita berikan:

  1. center adalah properti untuk mengatur posisi tengah Google Map saat pertama kali ditampilkan. Pada contoh di atas saya memberikan nilai koordinat untuk Pulau Lombok sebagai koordinat nilai tengahnya.
  2. zoom adalah tingkat skala Google Maps. Sebagai acuan, berikut ini tingkat sekala yang biasanya digunakan:

    • 0: Bumi (smua peta ditampilkan)
    • 1: Peta Dunia
    • 5: Landmass/continent
    • 10: Kota
    • 15: Jalan
    • 20: Bangunan
  3. mapTypeId adalah tipe Google Map yang akan digunakan. Pada Contoh di atas, kita menggunakan ROADMAP. Selain ROADMAP ada juga satellite, terrain, dan hybrid.

Setelah itu kita membuat objek peta berdasarkan properti tersebut:

var peta = new google.maps.Map(document.getElementById("googleMap"), propertiPeta);

Perhatikan di asana kita menyatakan untuk menggunakan elemen dengan ID googleMap. Berarti nanti kita harus membuat elemen HTML dengan ID googleMap.

Lalu berikutnya kita mendaftarkan fungsi initialize() ke dalam event window load agar dieksekusi saat halaman web dibuka.

google.maps.event.addDomListener(window, 'load', initialize);

Terakhir membuat elemen HTML dengan ID googleMap:

<div id="googleMap" style="width:100%;height:380px;"></div>

Perlu diperhatikan:

Elemen ini harus memiliki tinggi dan Lebar. Pada contoh di atas kita memberikan tinggi 380px dan lebarnya 100% dari layar.

Apa Selanjutnya?

Kita sudah berhasil menampilkan peta ke dalam halaman web. Selanjutnya coba lakukan eksperimen dengan mengubah properti petanya seperti:

  • Mengubah koordinat
  • Mengubah type peta
  • dsb.

Setelah merasa cukup puas, kamu bisa lanjut belajar tentang cara menggunakan marker pada Google Maps.