Sahur Kode Petani Kode

Selamat pagi semua, sudah santap sahur?

Ya, akhirnya kita sudah sampai pada bulan Ramadhan.

Jadi teringat bulan ramadhan dua tahun yang lalu.

Saat itu, sehabis santap sahur, saya mengikuti kursus pemrograman Python di Codecademy.

Sahur kode (ngoding sehabis sahur), saya lakukan setelah santap sahur sambil menunggu waktu imsak dan adzan subuh tiba…

(ditemani secangkir kopi hangat)

…Menyelesaikan sedikit demi sedikit kursus yang ada di Codecademy.

Hal tersebut terus-menerus dilakukan setiap hari sampai lebaran.

Alhamdulillah di hari ke-28, kursus python-nya berhasil diselesaikan dan saya dapat menguasai dasar pemrograman Python.

Pencapaian Codecademy

Namun sayangnya, saat ini saya tidak bisa melakukan itu lagi, karena ada proyek dan skripsi yang sedang dikerjakan.

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba sahur kode, bisa dimulai dari sekarang. Dalam satu bulan, mungkin akan bisa menguasai satu bahasa pemrograman.

Adapun pengalaman yang saya dapatkan di sahur kode dua tahun yang lalu menjadi dasar saya memahami bahasa pemrograman lain.

Berikut ini saya bagi sedikit.

1. Dasar Bahasa Pemrograman

Pada dasarnya semua bahasa pemrograman memiliki konsep yang sama. Ketika mempelajari bahasa pemrograman python di Codecademy, saya mendapatkan pencerahan.

Saya menjadi paham, hal-hal yang sering saya temukan di bahasa pemrograman:

  1. Fungsi input dan output
  2. Variabel dan Tipe Data
  3. Percabangan/Struktur Kondisi (IF, IF/ELSE, SWITCH)
  4. Perulangan
  5. Fungsi
  6. Array
  7. Class dan Objek

Dengan memahami hal-hal di atas, saya semakin mudah mempelajari bahasa pemrograman lain.

2. Pemrograman Berorientasi Objek

Waktu itu saya belum begitu paham tentang pemrograman berorientasi objek (PBO), dalam bahasa inggris disebut Object Oriented Programming (OOP).

Melalui sahur kode, saya belajar tentang class dan objek di python.

Hal tersebut menjadi dasar saya untuk memahami konsep OOP, kemudian dimantapkan dengan lanjut belajar bahasa pemrograman Java.

3. Bahasa Inggris

Kursus di Codecademy menggunkan bahasa inggris, mau tidak mau harus memahami bahasa inggris juga.

Meskipun kemampuan bahasa inggris saya masih sekelas anak SMP, saya tidak putus asa. Karena waktu itu, Google Translate selalu siap di tab sebelah untuk membantu belajar.

Lama-kelamaan saya menjadi sedikit terbiasa dengan bahasa inggris, dan mulai melepas Google Translate.

Ketika saya tidak dapat menyelesaikan suatu bab dalam kursus, biasanya saya membuka Q/A Forum (Forum tanya-jawab) yang sudah disediakan di Codecademy.

Kalau ingin bertanya di sana, kita harus menggunakan bahasa inggris. Jadi harus memaksakan diri untuk belajar bahasa inggris.

Bahasa inggris merupakan bahasa yang harus dipahami selain bahasa pemrograman itu sendiri, karena dokumentasi bahasa pemrograman menggunakan bahasa inggris.

Baca juga: 5 Skill yang Harus dimiliki Programmer untuk Belajar Teknologi Apapun

4. Bahasa Pemrograman Web

Setelah menyelesaikan kursus, saya ingin mencoba Django. Sebuah framework untuk membuat web dalam bahasa pemrograman python.

Saya hanya mempelajari sedikit, namun itu membuat pencerahan bagi saya.

Ternyata untuk membuat web itu tidak harus dengan bahasa pemrograman PHP.

5. Menyenangkan

Belajar pemrograman python di Codecademy sangat menyenangkan, karena kita belajar dengan praktik langsung (learn by doing).

Hal paling menyenangkan saat belajar pemrograman adalah bisa mengatasi error tanpa bantuan siapa pun, tanpa baca dokumentasi, tanpa tanya sana tana sini.

Meme Saat menyelesaikan error dalam kode

Selain itu, Codecademy juga menerapkan gamification seperti poin dan rekor yang akan membuat semua orang senang menggunkan Codecademy.

Akhir kata…

Itulah beberapa hal yang dapat saya ceritakan berdasarkan pengalaman sahur kode dua tahun yang lalu.

Jadi… Apakah kalian ingin melakukan sahur kode juga?